Press "Enter" to skip to content

Category: gosip dunia bola

Selangkah Lagi Menuju Kompetisi Eropa, Milan!

Lama tak rasakan panasnya kompetisi Eropa membuat AC Milan haus gelar. Tercatat sejak musim 2013/2014 lalu klub yang berjuluk I Rosseneri tersebut paceklik gelar dan bahkan harus duduk di kursi penonton setelah tergusur dari Liga Champions hingga Liga Eropa. Hal yang cukup menyedihkan bagi klub yang beragregat sebagai kesebelasan terkuat di Eropa.

Namun kesedihan tersebut berakhir tatkala kompetisi Eropa memberi kesempatan Milan untuk berlaga pada musim ini. Hal tersebut lantaran Milan berhasil menekuk Craiova di babak kualifikasi ketiga Liga Europa dengan skor 2-0 di leg kedua, yang membuat mereka menang agregat 3-0. Pertandingan yang berlangsung di San Siro pada hari  Jumat (4/8/2017) itu menjadi sinyal bahwa Milan akan kembali menunjukkan taringnya di Liga Europa musim 2018/2019.

Seakan tak ingin lagi kecewakan para penggemar, Milan bermain secara sportif dan terus menekan. Pencapaian penguasaan bolanya pun mecapai hingga 61%. Milan juga tergolong cukup dominan dalam mencuri peluang dan mencari kelengahan lawan.

Selama 90 menit berlangsung Milan memang bermain menekan sejak awal. Anak asuh Vincenzo Montela itu setidaknya mampu membuat sang lawan kocar-kacir. Ada setidaknya sembilan tembakan yang dilesatkan punggawa Milan dimana tujuh diantara tembakan tersebut berhasil mengarah ke gawang lawan. Selain produktif skuat AC Milan juga mampu membungkam pergerakan lawan yang hanya bisa melesatkan enam tembakan mandul dengan tiga tendangan yang berhasil dekati gawang Milan sebelum akhirnya dapat ditangkis oleh Gianluigi Donnarumma.

Akhir gempuran habis-habisan Milan sejak awal laga berbuah manis ketika pada menit ke 5 Frank Kessie berhasil melepaskan tendangan di luar kotak putih setelah disumbang umpan dari kaki Patrick Cutrone. Namun sayang gol cantik itu dinyatakan Offside oleh wasit.

Tak berselang lama, tepatnya pada empat menit setelah gol pertama, Milan kembali merobek gawang Caivoa lewat kaki seorang Giacomo Bonaventura. Gol yang bermula dari kegagalan kiper Craiova, Nicolae Calancea Menahan sepakan pojok kubu Milan. Unggul skor, Millan pun semakin berhasrat. Namun mereka sempat terkecoh dimana pada menit ke 20 Alexandru Ionut Mitrita nyaris menyamakan kedudukan sebelum akhirnya berhasil ditaklukan oleh penjaga gawang Milan. Skor pun bertahan hingga turun minum.

Hal yang masih sama diperlihatkan dua kubu di babak kedua, Milan masih mengancam sementara sang lawan enggan menyerah. Meski berkali-kali mencoba menembus kuatnya pertahanan Milan namun nyatanya Craivoa harus berbesar hati ketika pada menit ke 51 Cutrone menyumbang skor untuk Milan menjadi 2-0. Skor pun berakhir hingga laga berakhir.

Pasca laga berakhir, melalui sebuah konferensi pers Montella akui bahwa dirinya sangat puas dengan apa yang diraih anak oleh anak didiknya. Mereka tampil sesuai dengan apa yang diinginkan Montella. Bahkan hal itu juga menular kepada para pemain baru yang ia dapatkan di bursa transfer musim panas ini. Ia mengaku bahwa selama pertandingan berlangsung skuat AC Milan bermain dengan proposional dan berkalitas.

Pria berusia 43 tahun itu juga mengucapkan banyak terimaksih kepada para pendukung dari AC Milan yang malam itu penuhi stadion untuk melihat klub kesanyangan mereka bertanding. Seperti yang diketahui pertandingan yang dilakukan di kandang AC Milan itu meraup sekitar 65.763 penonton yang menjejali hampir di setiap tribun. Jumlah sensaional yang menjadikan rekor penonton terbanyak di awal Liga Eropa setelah sebelumnya dipegang oleh Borussia Dortmund pada tahun 2015 lalu yang mencapai  65.190 penonton saat klub tersebut bertanding melawan Wolfsberger AC.

Marco Verratti Punya ‘Sesuatu’ untuk Bisa Perkuat Barcelona

marco verratti calon yang dapat memperkuat barcelona

Nampaknya Barcelona sudah tidak dapat dihalangi lagi untuk memboyong gelandang potensial, Marco Verratti di musim panas ini. Hal ini dikabarkan oleh media Football Italia yang menyatakan bahwa Barcelona siap rogoh kocek lebih dalam untuk mendatangkan Verratti ke Camp Nou musim depan. Tidak tanggung-tanggung, dana yang disiapkan kabarnya mencapai angka 100 juta euro.

Angka tersebut dapat dikatakan angka yang fantastis karena Verratti saat ini ‘hanya’ dihargai pada kisaran harga 80 juta euro. Niat Barcelona untuk mendatangkan pemain yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain tersebut menunjukkan bahwa Verratti adalah target utama mereka di bursa musim panas ini.

Hanya potensi besar saja nampaknya bukan menjadi satu-satunya alasan the Blaugrana berminat untuk gaet gelandang berusia 24 tahun tersebut. Salah satu alasan yang paling utama adalah Barcelona membutuhkan kehadiran sosok gelandang yang mampu memimpin serangan. Selama ini mereka terlihat hanya mengandalkan Andres Iniesta untuk menjadi motor serangan, akan tetapi usia yang sudah tidak lagi muda membuatnya tidak dapat dipaksa untuk terus bermain pada setiap pertandingan Barcelona.

Ini terlihat dari waktu bermain gelandang yang kini telah menginjak usia 33 tahun tersebut pada musim lalu yang tidak terlalu banyak. Dari total 38 pertandingan La Liga yang dilakoni oleh Barcelona, Iniesta tercatat hanya turun ke lapangan hijau pada 23 pertandingan saja. Dari semua pertandingan tersebut, ia hanya bermain sebagai starter pada 13 pertandingan saja dan pada 10 pertandingan lainnya ia bermain sebagai pemain pengganti. Usia bukan menjadi satu-satunya faktor mengapa Iniesta tidak mendapat banyak waktu di lapangan hijau, melainkan cidera yang dialaminya. Ia tercatat terpaksa harus melewatkan 10 pertandingan akibat cidera tersebut.

Sedangkan pihak Verratti agen sbobet nampaknya menyambut niat Barcelona dengan tangan terbuka, walaupun sebelumnya Verratti telah menyatakan bahwa ia tidak ingin pergi kemana-mana, namun nampaknya kini ia berubah pikiran. Agen Verratti, Donato Di Campli, dikabarkan telah bertemu dengan direktur olahraga Paris Saint Germain, Antero Henrique, Senin lalu (12/6). Donato Di Campli mengatakan bahwa kliennya telah siap untuk angkat kaki dari Parc des Princes pada bursa transfer kali ini.

Namun Verratti menegaskan bahwa uang bukan menjadi alasan mengapa ia berubah pikiran, akan tetapi ia menginginkan suasana yang baru dan ingin merasakan tingkat persaingan yang lebih tinggi lagi bersama dengan Barcelona. Ditambah lagi ia akan mendapatkan kesempatan untuk bermain di Liga Champions dan menunjukkan kemampuannya, dimana ia belum pernah sekalipun merasakan gelar juara Liga Champions selama lima musim membela PSG. Oleh sebab itu pinangan Barcelona terlihat cokup menggoda baginya.

Barcelona telah mengambil keputusan yang tepat dengan menjadikan Verratti sebagai target utama mereka di musim panas ini, sebab mereka memang membutuhkan gelandang yang bisa diandalkan di lini tengah skuat mereka. Jika sebelumnya Tim Katalan dapat mengandalkan dua gelandang hebat mereka yaitu Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, kini mereka hanya memiliki Iniesta menyusul hengkangnya Xavi Hernandez.

Verratti dapat menjadi pilihan yang logis bagi Barcelona sebab ia adalah gelandang yang memiliki kemampuan untuk mengatur serangan dari lini tengah. Ia dapat menjadi penyuplai bola bagi trisula barisan depan yang dihuni oleh Neymar, Messi dan Suarez. Selama ini permainan Barcelona identik dengan umpan pendek dan tingkat agresif yang tinggi, sangat cocok untuk Verratti yang memang memiliki kemampuan passing yang luar biasa.

Menurut statistik dari media Squawka, Verratti tercatat memiliki tingkat rata-rata kesuksesan umpan sebesar 89 persen. Angka tersebut merupakan angka yang sama dengan yang dimiliki oleh Iniesta, dan lebih tinggi dari Ivan Rakitic yang tercatat memiliki angka 86 persen. Ditambah lagi pada setiap laga membela PSG, 1.43 umpan yang diberikan oleh Verratti sukses di konversikan menjadi gol. Angka tersebut bahkan lebih baik dari yang dimiliki oleh Iniesta dimana hanya 1.09 umpan darinya yang berhasil di konversi menjadi gol. Sementara Ivan Rakitic hanya tercatat memiliki 0.81 peluang yang diciptakan per pertandingan, yang sukses dikonversi menjadi gol bagi Barcelona.