Press "Enter" to skip to content

Guy Talks Soccer Posts

Featured

Marco Verratti Punya ‘Sesuatu’ untuk Bisa Perkuat Barcelona

marco verratti calon yang dapat memperkuat barcelona

Nampaknya Barcelona sudah tidak dapat dihalangi lagi untuk memboyong gelandang potensial, Marco Verratti di musim panas ini. Hal ini dikabarkan oleh media Football Italia yang menyatakan bahwa Barcelona siap rogoh kocek lebih dalam untuk mendatangkan Verratti ke Camp Nou musim depan. Tidak tanggung-tanggung, dana yang disiapkan kabarnya mencapai angka 100 juta euro.

Angka tersebut dapat dikatakan angka yang fantastis karena Verratti saat ini ‘hanya’ dihargai pada kisaran harga 80 juta euro. Niat Barcelona untuk mendatangkan pemain yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain tersebut menunjukkan bahwa Verratti adalah target utama mereka di bursa musim panas ini.

Hanya potensi besar saja nampaknya bukan menjadi satu-satunya alasan the Blaugrana berminat untuk gaet gelandang berusia 24 tahun tersebut. Salah satu alasan yang paling utama adalah Barcelona membutuhkan kehadiran sosok gelandang yang mampu memimpin serangan. Selama ini mereka terlihat hanya mengandalkan Andres Iniesta untuk menjadi motor serangan, akan tetapi usia yang sudah tidak lagi muda membuatnya tidak dapat dipaksa untuk terus bermain pada setiap pertandingan Barcelona.

Ini terlihat dari waktu bermain gelandang yang kini telah menginjak usia 33 tahun tersebut pada musim lalu yang tidak terlalu banyak. Dari total 38 pertandingan La Liga yang dilakoni oleh Barcelona, Iniesta tercatat hanya turun ke lapangan hijau pada 23 pertandingan saja. Dari semua pertandingan tersebut, ia hanya bermain sebagai starter pada 13 pertandingan saja dan pada 10 pertandingan lainnya ia bermain sebagai pemain pengganti. Usia bukan menjadi satu-satunya faktor mengapa Iniesta tidak mendapat banyak waktu di lapangan hijau, melainkan cidera yang dialaminya. Ia tercatat terpaksa harus melewatkan 10 pertandingan akibat cidera tersebut.

Sedangkan pihak Verratti agen sbobet nampaknya menyambut niat Barcelona dengan tangan terbuka, walaupun sebelumnya Verratti telah menyatakan bahwa ia tidak ingin pergi kemana-mana, namun nampaknya kini ia berubah pikiran. Agen Verratti, Donato Di Campli, dikabarkan telah bertemu dengan direktur olahraga Paris Saint Germain, Antero Henrique, Senin lalu (12/6). Donato Di Campli mengatakan bahwa kliennya telah siap untuk angkat kaki dari Parc des Princes pada bursa transfer kali ini.

Namun Verratti menegaskan bahwa uang bukan menjadi alasan mengapa ia berubah pikiran, akan tetapi ia menginginkan suasana yang baru dan ingin merasakan tingkat persaingan yang lebih tinggi lagi bersama dengan Barcelona. Ditambah lagi ia akan mendapatkan kesempatan untuk bermain di Liga Champions dan menunjukkan kemampuannya, dimana ia belum pernah sekalipun merasakan gelar juara Liga Champions selama lima musim membela PSG. Oleh sebab itu pinangan Barcelona terlihat cokup menggoda baginya.

Barcelona telah mengambil keputusan yang tepat dengan menjadikan Verratti sebagai target utama mereka di musim panas ini, sebab mereka memang membutuhkan gelandang yang bisa diandalkan di lini tengah skuat mereka. Jika sebelumnya Tim Katalan dapat mengandalkan dua gelandang hebat mereka yaitu Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, kini mereka hanya memiliki Iniesta menyusul hengkangnya Xavi Hernandez.

Verratti dapat menjadi pilihan yang logis bagi Barcelona sebab ia adalah gelandang yang memiliki kemampuan untuk mengatur serangan dari lini tengah. Ia dapat menjadi penyuplai bola bagi trisula barisan depan yang dihuni oleh Neymar, Messi dan Suarez. Selama ini permainan Barcelona identik dengan umpan pendek dan tingkat agresif yang tinggi, sangat cocok untuk Verratti yang memang memiliki kemampuan passing yang luar biasa.

Menurut statistik dari media Squawka, Verratti tercatat memiliki tingkat rata-rata kesuksesan umpan sebesar 89 persen. Angka tersebut merupakan angka yang sama dengan yang dimiliki oleh Iniesta, dan lebih tinggi dari Ivan Rakitic yang tercatat memiliki angka 86 persen. Ditambah lagi pada setiap laga membela PSG, 1.43 umpan yang diberikan oleh Verratti sukses di konversikan menjadi gol. Angka tersebut bahkan lebih baik dari yang dimiliki oleh Iniesta dimana hanya 1.09 umpan darinya yang berhasil di konversi menjadi gol. Sementara Ivan Rakitic hanya tercatat memiliki 0.81 peluang yang diciptakan per pertandingan, yang sukses dikonversi menjadi gol bagi Barcelona.

Featured

Gelar Liga Europa Berarti Lebih dari Sebuah Kemenangan Bagi MU

pray for manchester united

Manchester United melengkapi koleksi trofi mereka di musim ini dengan memenangkan ajang Liga Europa. Hal itu mereka dapatkan sesudah berhasil menaklukkan Ajax Amsterdam dengan skor 2-0. Dua gol masin-masing dari Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan cukup untuk meyakinkan kemenangan United di laga final dan membawa pulang trofi Liga Europa pertama dalam sejarah klub.

Selain itu, gelar juara ini juga sekaligus membuat United resmi memenangkan semua kemungkinan trofi yang dapat mereka menangkan dalam jagat sepakbola antarklub Eropa dan Dunia. Jose Mourinho juga jadi pelatih pertama yang berhasil mendapatkan dua gelar sekaligus dalam musim pertamanya berbarengan Manchester United. Bahkan jika trofi minor juga dimasukkan, MU sebenarnya sukses merebut trofi Community Shield di awal musim 2016/17 ini, usai menaklukkan Leicester City selaku juara Premier League musim sebelumnya.

Perolehan ini juga menjadikan Mou sebagai pelatih tersukses di Eropa dengan menorehkan 12 menuai kemenangan di pertandingan final dari 14 final yang pernah ia lakoni. Selain itu, trofi tambahan ini juga membawa United meninggalkan Liverpool, yang selama ini disebut-sebut sebagai klub tersukses di Inggris dengan raihan 42 trofi mayor dari berbagai ajang.

“Di musim yang bisa dibilang ‘buruk’ ini, di mana saya pernah merasa menjadi pelatih yang paling buruk di dunia dan ada di klub ‘terburuk’, kami berhasil memenangkan tiga trofi (Community Shield, Piala Liga Inggris dan Liga Europa). Kami juga akan maju ke Liga Champions musim depan, karena memenangkan Liga Europa. Itu kami raih bukan dengan cara finis di peringkat kedua atau ketiga di klasemen liga,” kata Jose Mourinho.

“Kami saat ini mempunyai kesempatan melawan juara Liga Champions yang baru di ajang Piala Super Eropa kelak. Oleh karena itu, saya rasa musim ini sebenarnya berjalan dengan baik. Malam menjadi sebuah kemenangan pragmatisme, kemenangan yang simpel bagi tim yang menghormati lawannya, menghentikan lawannya, serta terus berupaya mencari titik lemah lawannya,” lanjut The Special One.

Dengan demikian, agen sbobet Manchester United akhirnya memutus puasa gelar di Liga Europa selama 40 tahun lamanya. Selama periode panjang tersebut, United telah mengikuti sembilan edisi Liga Europa. Pencapaian mereka kali ini pun menjadi yang terbaik. Di era Sir Alex Ferguson atau pelatih-pelatih sebelumnya, MU selalu gagal menembus partai puncak ajang ini.

Tapi di luar itu semua, trofi Liga Europa ini menjadi berarti lebih bagi United. Bukan hanya sekadar kemenangan, tapi juga sebagai hadiah bagi kota Manchester yang sedang berduka. Ya, kemenangan ini menjadi sangat istimewa lantaran Manchester United mempersembahkan trofi Liga Europa ini pada Manchester, yang belum lama ini diguncang tragedi ledakan bom bunuh diri. Gelandang United, Paul Pogba, secara terang-terangan mempersembahkan kemenangan timnya bagi para korban tragedi di Manchester tersebut.

“Kami tahu hal ini terasa sangat menyedihkan untuk semua orang di dunia. Kami mesti berkonsentrasi, karena laga ini begitu utama. Kami berhasil meraih kemenangan untuk kota Manchester, kami telah bekerja bagi mereka semua dan bagi negara. Kami bertanding untuk Inggris saat ini, untuk kota Manchester dan para korban yang meninggal dunia,” katanya.

Beberapa penggawa Manchester United yang lainnya pun turut mempersembahkan kemenangan mereka untuk para korban bom Manchester. Masing-masing Ander Herrera, Wayne Rooney dan Juan Mata, serta para pemain lain juga mengungkapkan rasa simpati mereka lewat akun media sosial masing-masing.

“Setelah apa yang mereka alami, kami mesti bisa memenangkan laga ini. Sebenarnya ini jadi pekan yang berat untuk kami serta kami berkeinginan untuk memenangkannya demi membahagiakan orang-orang yang menanggung derita di sana (Manchester). Ini adalah trofi untuk mereka,” tutur Juan Mata, diambil dari Daily Telegraph.

Bahkan insiden bom Manchester ini juga menyatukan para dua tim dengan rivalitas panas di kota tersebut, yakni Manchester City dan United. The Citizens ikut mengunggah satu gambar yang menjadi gambaran solidaritas mereka, dengan pesan “#AcityUnited”. Goresan warna tulisan ‘City’ dan ‘United’ pada gambar itu diwarnai sesuai dengan identitas tim, yakni biru dan merah.

Featured

Top 10 Goalkeepers

In the journey to follow soccer, we often forget the custodian and of the goal post, which is the goalkeeper. However, they not only play a vital part to the fortunes of the club in the country, but they are very much in the attention when it comes to making impossible victories come your way. The goalkeepers are not only the backbone of any team, but they are also the last line of protection against a sure shot winner for any club or country. Arguably one of the most important positions in the soccer pitch, the goalkeeper is also one of the most underappreciated footballers that you will be able to find.

Let’s have a look at the Top 10 Goalkeepers in the soccer world.

  1. Manuel Neuer: Played with his hard for Germany, if you ask anyone about what seems to be the perfect benchmark for a goalkeeper, they would be able to mention this name, Manuel Neuer. Suave looking, and also happens to be the backbone of Bayern Munich, this goalkeeper is also one of those people that is known for his versatility as well as incredible distribution of the ball at all stages of the game.
  2. David De Gea: A Spaniard, this Manchester United goalkeeper is also one of those that has been dominating the headlines when it comes to goalkeeping. With the sheer size and the technique that you find in this goalkeeper, he has been able to mesmerize the people with his goalkeeping skills.
  3. Thibaut Courtois: The best product that Belgium has brought to the soccer field, Thibaut Courtois is one of those people that have been creating a niche for himself near the goal post. He is also one of the greatest goalkeepers in the world currently, and at the age of 23, he has a lot of football left in him.
  4. Petr Cech: This enigmatic Czech Republic goalkeeper that was also a former Chelsea custodian of the goalpost, Petr Cech is definitely one of those legends that will go down as one of the best that the game has to offer.
  5. Hugo Lloris: This French goalkeeper that currently plays for Tottenham is someone that has been known for his freakish good reflexes, and extremely quick instincts.
  6. BuffonL: Known as one of the greatest goalkeepers in the last 20 years, Buffon has always been the steady rock in the last line of defense for Juventus and Italy.
  7. Casillas: Another Spaniard, Cassilas has always been a giant amongst minions that have walked on the football field. He has been known to become an undisputed part of any club that he ends up going to.
  8. Joe Hart: -the undisputed number one goalkeeper for England, Joe Hart is not somebody that can be fooled around with in the goalpost.
  9. Caludio Bravo: Currently playing for Barcelona and Chile, Bravo has been able to lead Barcelona to the treble winning campaign.
  10. Vincent Enyeama: Known to play for Nigeria, Vincent is one of the most important goalkeepers in this part of the world. He had a pretty long career in Nigeria and Israel, and is considered to be one of the best custodians that the football world has ever seen. However, even after a car crash, he went on to captain Nigeria and won the African cup of Nations in 2013.
Featured

N’Golo Kante Dapat Penghargaan Lagi, ‘Seni’ Pertahanan Lebih Dihargai

ngolo kante dapat penghargaan

Gelandang jangkar Chelsea asal Prancis, N’Golo Kante, kembali mendapatkan penghargaan individual sebagai pemain sepakbola terbaik tahun ini. Sesudah sebelumnya sukses menggondol penghargaan PFA Player Of the Year, kesempatan ini satu lagi penghargaan didapatkan, yakni Football Writers’ Association (FWA). Kante memenangkan penghargaan itu dengan mengalahkan dari 17 pemain lain yang masuk nominasi. Ia dan Eden Hazard memperoleh total 65% suara dari para jurnalis yang ikut serta dalam pemilihan.

Musim lalu, Kante merupakan sosok kunci di balik keberhasilan luar biasa Leicester City dalam meraih gelar juara Premier League. Saat ini, setelah diboyong The Blues dengan mahar 32 juta poundsterling, pemain tengah asal Prancis ini pun berkesempatan untuk mengoleksi gelar Premier League keduanya secara berturut-turut, lantaran Chelsea hanya membutuhkan tiga poin lagi untuk mengunci gelar juara.

Kante sendiri bakal menerima penghargaan tersebut di acara gala dinner yang akan berlangsung di London, 18 Mei yang akan datang. Acara ini diadakan bertepatan dengan hari ulang tahun FWA yang ke-70.

“Tentu menjadi sebuah kehormatan dapat meraih penghargaan ini. Dengan adanya banyak judi bola pesepakbola yang luar biasa di Chelsea serta di Premier League, maka pemberian gelar ini pada saya menjadi hal yang begitu membanggakan,” tutur Kante dalam satu pernyataannya.

Terkecuali Kante dan Hazard, Chelsea juga menyumbangkan tiga penggawanya dalam nominasi ini, yaitu Diego Costa, Cesar Azpilicueta, serta David Luiz. Ketua FWA, Paddy Barclay mengutarakan kalau ia memilih Kante lantaran dinamika permainannya.

“N’Golo Kante sangat layak mendapatkan penghargaan yang prestisius di Inggris ini. Menurut pandangan anggota-anggota FWA, apa yang dilakukan Kante ketika mengusung Leicester menjadi juara di musim lalu membuatnya bisa menang di sini. Namun performanya memang hampir tanpa ada cela di Chelsea musim ini. Itulah yang membuat kami tidak harus berdebat lagi dengan terpilihnya dia,” katanya.

“Apalagi dia juga berkompetisi dengan pemain seperti Eden Hazard serta beberapa pemain Chelsea lainnya yang masuk nominasi, kami kira ini adalah sebuah perolehan yang luar biasa.”

Memperoleh gelar pemain terbaik dari PFA dan FWA jelas bukanlah hal yang sepele bagi pesepakbola di Inggris. Terdapat beberapa hal yang dapat membuat seorang pesepakbola memperoleh gelar yang prestisius ini. Seperti berapa jumlah golnya atau berapa jumlah assisnya,  seperti yang dilakukan Riyad Mahrez atau Eden Hazard pada dua musim terakhir.

Akan tetapi kalau hanya ada dua aspek itu yang membuat seorang pemain dapat memenangkan gelar dari PFA atau FWA, jelas ada banyak pemain lain yang bisa menceploskan lebih gol serta menorehkan asis lebih banyak dari Kanté.

Sebut saja pemain-pemain seperti Romelu Lukaku, Harry Kane, Diego Costa, atau Alexis Sánchez. Beberapa pemain tersebut tengah memimpin daftar topskorer sementara di Premier League saat ini. Bahkan rekan setim Kante, Costa, yang juga masuk dalam nominasi sebenarnya lebih produktif ketimbang Kante. Penyerang asal Spanyol itu menorehkan 19 gol serta enam asis, sementara Hazard membuat 15 gol serta lima asis.

Kanté sendiri baru sukses menceploskan satu gol serta satu asis di Premier League musim ini. Namun Kante memang mesti dinilai dari sudut pandang yang berbeda. Kontribusi besar Kante membuat Chelsea menjadi salah satu tim yang paling sedikit kebobolan musim ini. Mereka baru kebobolan 29 gol, atau ketiga setelah Tottenham Hotspur (22) dan Manchester United (24). Bisa dilihat pula kalau Leicester City menjadi sangat kewalahan ketika Kante hijrah ke Chelsea.

“Ia (Kanté) memang bukan pemain seperti Eden Hazard,” ujar Jamie Redknapp. “Juga bukanlah seorang pemain dengan teknik tinggi yang umumnya kita lihat.”

“Tapi jika Anda berbicara tentang holdng midfielder yang hebat, Kante seperti kombinasi dari pemain-pemain seperti Claude Makélélé, Patrick Vieira dan Roy Keane. Ia sangat spesial serta bagus sekali lantaran bakatnya dihargai dengan ini (penghargaan) oleh pemilihnya,” ujar Redknapp.

Menjadi, gelar PFA dan FWA Player of the Year ini tentu menjadi salah satu cara dalam sepakbola untuk lebih menghargai permainan defensif. Seperti Kanté yang memberikan dampak keberadaannya di sepertiga lapangan sendiri. Menjadi satu penghargaan yang sangat jarang diapresiasi di sepakbola, yang seakan mendewakan jumlah gol.

Featured

Top 10 Soccer Players of All Time

When we talk about soccer or football in the rest of the world, we realize that this is a game that is not only beautiful, but has also been able to get their own share of famous players across generations. Football has a lot of fans worldwide, and most of them have been able to create their own heroes based upon the styles of playing and the talent that the player has. We have compiled a list of the 10 best players of soccer from all time for you to have a glance at.

Can you name all these players?
  1. Pele: Widely considered as one of the greatest players in the history of soccer, Pele, the Brazilian legend has been able to change the game of football since his arrival in the international stage in the 1958 World Cup. He went on to win three world cups, and played in the position of forward and midfielder throughout his time in the football field.
  2. Maradona: This firebrand Argentine footballer is not only one of the most animated and among the best players in the football pitch, but happens to showcase a certain amount of style and passion when playing the game. However he has now been able to steadily get into the role of a manager and a coach on various clubs, until recently, he was contracted by a Dubai-based football club. However, his ruthlessness for Argentina was basically the thing that people liked most about him.
  3. Messi: Currently among the greats in soccer, Messi is definitely one of those complete footballers that has been playing for Barcelona and Argentina for a long time. He has been able to create his own place and his own legacy in the football field for his club as well as for his country.
  4. Zidane: Although more famous for his head butt, Zidane is one of the most famous attacking midfielders for the French national team. He also played for clubs such as Juventus and real Madrid and has been known for his wisdom of the game, sheer technique and elegance while playing the sbobet game.
  5. Ronaldo: This Brazilian legend is one of the most enigmatic footballers that you can find in the heydays of football. Having played as a forward for Brazil for the entirety of his playing career, is one of the greatest footballers as considered by fans and experts across the world.
  6. Ronaldinho: The wizard of soccer, Ronaldinho has been a player that was not only enigmatic, but was celebrated by his fans as well as his critics alike. He was the complete footballer that not only had a smile on his face, but also was renowned for his sheer passes and dribbling skills.
  7. Johan Cruyff: This Dutch footballer was also the inventor of total football concept, something which was unheard of in the footballing arena. This forward and midfielder was also the recipient of Ballon d’Or three times, something which showcases his knowledge of the game.
  8. France Beckenbauer: This German legend has been able to create an elegant style of his leadership and also displayed one of the best defensive skills in his role as a defender and the sweeper in the German team.
  9. Garrincha: The best dribbler in the footballing world, Garrincha was an enigmatic in Brazil, and continues to defy the essence of dribbling skills for people, even after leaving the game for quite a while.
  10. Xavi: This Spanish footballer has always been a silent workhorse in the midfield unit, and has been able to power Barcelona for quite a while. One can honestly say that this player is not only a legend, but has been a dedicated servant to the game of football.

Selangkah Lagi Menuju Kompetisi Eropa, Milan!

Lama tak rasakan panasnya kompetisi Eropa membuat AC Milan haus gelar. Tercatat sejak musim 2013/2014 lalu klub yang berjuluk I Rosseneri tersebut paceklik gelar dan bahkan harus duduk di kursi penonton setelah tergusur dari Liga Champions hingga Liga Eropa. Hal yang cukup menyedihkan bagi klub yang beragregat sebagai kesebelasan terkuat di Eropa.

Namun kesedihan tersebut berakhir tatkala kompetisi Eropa memberi kesempatan Milan untuk berlaga pada musim ini. Hal tersebut lantaran Milan berhasil menekuk Craiova di babak kualifikasi ketiga Liga Europa dengan skor 2-0 di leg kedua, yang membuat mereka menang agregat 3-0. Pertandingan yang berlangsung di San Siro pada hari  Jumat (4/8/2017) itu menjadi sinyal bahwa Milan akan kembali menunjukkan taringnya di Liga Europa musim 2018/2019.

Seakan tak ingin lagi kecewakan para penggemar, Milan bermain secara sportif dan terus menekan. Pencapaian penguasaan bolanya pun mecapai hingga 61%. Milan juga tergolong cukup dominan dalam mencuri peluang dan mencari kelengahan lawan.

Selama 90 menit berlangsung Milan memang bermain menekan sejak awal. Anak asuh Vincenzo Montela itu setidaknya mampu membuat sang lawan kocar-kacir. Ada setidaknya sembilan tembakan yang dilesatkan punggawa Milan dimana tujuh diantara tembakan tersebut berhasil mengarah ke gawang lawan. Selain produktif skuat AC Milan juga mampu membungkam pergerakan lawan yang hanya bisa melesatkan enam tembakan mandul dengan tiga tendangan yang berhasil dekati gawang Milan sebelum akhirnya dapat ditangkis oleh Gianluigi Donnarumma.

Akhir gempuran habis-habisan Milan sejak awal laga berbuah manis ketika pada menit ke 5 Frank Kessie berhasil melepaskan tendangan di luar kotak putih setelah disumbang umpan dari kaki Patrick Cutrone. Namun sayang gol cantik itu dinyatakan Offside oleh wasit.

Tak berselang lama, tepatnya pada empat menit setelah gol pertama, Milan kembali merobek gawang Caivoa lewat kaki seorang Giacomo Bonaventura. Gol yang bermula dari kegagalan kiper Craiova, Nicolae Calancea Menahan sepakan pojok kubu Milan. Unggul skor, Millan pun semakin berhasrat. Namun mereka sempat terkecoh dimana pada menit ke 20 Alexandru Ionut Mitrita nyaris menyamakan kedudukan sebelum akhirnya berhasil ditaklukan oleh penjaga gawang Milan. Skor pun bertahan hingga turun minum.

Hal yang masih sama diperlihatkan dua kubu di babak kedua, Milan masih mengancam sementara sang lawan enggan menyerah. Meski berkali-kali mencoba menembus kuatnya pertahanan Milan namun nyatanya Craivoa harus berbesar hati ketika pada menit ke 51 Cutrone menyumbang skor untuk Milan menjadi 2-0. Skor pun berakhir hingga laga berakhir.

Pasca laga berakhir, melalui sebuah konferensi pers Montella akui bahwa dirinya sangat puas dengan apa yang diraih anak oleh anak didiknya. Mereka tampil sesuai dengan apa yang diinginkan Montella. Bahkan hal itu juga menular kepada para pemain baru yang ia dapatkan di bursa transfer musim panas ini. Ia mengaku bahwa selama pertandingan berlangsung skuat AC Milan bermain dengan proposional dan berkalitas.

Pria berusia 43 tahun itu juga mengucapkan banyak terimaksih kepada para pendukung dari AC Milan yang malam itu penuhi stadion untuk melihat klub kesanyangan mereka bertanding. Seperti yang diketahui pertandingan yang dilakukan di kandang AC Milan itu meraup sekitar 65.763 penonton yang menjejali hampir di setiap tribun. Jumlah sensaional yang menjadikan rekor penonton terbanyak di awal Liga Eropa setelah sebelumnya dipegang oleh Borussia Dortmund pada tahun 2015 lalu yang mencapai  65.190 penonton saat klub tersebut bertanding melawan Wolfsberger AC.